Rak Minimarket Group

Usaha Retail Apapun Belajarlah dari Indomaret

kasirindomaretMemiliki usaha retail yang setiap hari ramai pengunjung, nilai pembelian konsumennya tinggi, parkiran selalu penuh, dengan omzet penjualan besar tentu saja menjadi idaman semua orang yang bergerak di bidang retail / usaha eceran.

Bukankah itu juga yang menjadi idaman Anda…?

Yah…memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan untuk membuat lapak (toko/warung/counter) kita seperti kondisi ideal di atas…. belum lagi, setelah ramai pengunjung dan beromzet tinggi, akan muncul tuntutan berikutnya yaitu “Untung atau Rugi” lapak kita tersebut…. dan selanjutnya “Bisa bertahan lama atau hanya Temporary/Sesaat saja…?”

Jadi wajar jika banyak orang dan mungkin termasuk Anda yang bergerak dalam usaha retail, seringkali bergonta-ganti jenis usaha/dagangan, bahkan tidak jarang pula harus sering berpindah-pindah tempat usaha / lapaknya…. padahal Anda merasa sudah mengerahkan segala daya upaya, ide/gagasan yang brillian, bahkan mempertaruhkan segalanya untuk usaha Anda tersebut… Namun, ternyata usaha yang Anda tekuni tersebut belum bisa seperti cerita sukses para pendahulu atau pengusaha sukses yang lain dan selalu jatuh bangun, bergonta- ganti sambil bertanya “Saya ini Pengusaha Apa?”..BINGUNG.!!

Lantas…… biasanya kita hanya bisa merenungi sambil bertanya dalam hati “Apakah ada yang salah dengan usaha saya.???” Atau bahkan tidak jarang ada yang berasumsi diluar nalar, misal “Wah…saya kalah bersaing karena pesaing saya rajin berziarah ke gunung Kawi” atau kadang terbersit “Penglaris apa ya yang manjur dan murah..??” dan lain sebagainya.

Nah.. mulai sekarang, singkirkan semua pikiran yang diluar nalar tersebut, karena apa yang akan saya bagikan kepada Anda ini merupakan sesuatu yang penuh Nalar, Logis, Bisa dipelajari, dan tentu saja Terukur…. Namun ingat, tidak ada sesuatu yang bisa diraih tanpa kerja keras dan ketekunan dalam setiap bisnis retail/eceran… Bagaimanakah itu???

Retail Bisnis adalah Detail Bisnis

Mengingat usaha retail senantiasa berhubungan langsung dengan konsumen akhir, maka harus secara terperinci mengupas detail setiap proses membeli dan menjual, apa saja yang mempengaruhi proses orang membeli di lapak Anda dan bagaimana seharusnya Anda menjual barang yang Anda tawarkan.

Banyak sekali pengusaha retail tidak mengenal betul seperti apa karakter dan perilaku konsumennya dalam membeli. Jadi berusahalah mengenal konsumen Anda..!!

Contoh : Matahari Dept.Store selalu menggelar diskon, karena karakter konsumennya yang senang atas tawaran fashion modis namun yang “Lebih Murah/Lebih Hemat”.

Fokus pada Tujuan Awal

Siapakah atau segmen konsumen seperti apakah yang Anda jadikan target hendaknya dipikirkan masak-masak sejak awal, dan jangan mudah berubah hanya karena kelatahan semata akibat pengaruh para pesaing. Tetaplah fokus pada tujuan awal, dan tekun selalu memperhatikan hal-hal sederhana yang diperlukan oleh para konsumen Anda….

Misal : jika dari awal Anda fokus untuk menjual produk keperluan bayi dan anak, maka jangan berubah atau berganti-ganti segmen atau ganti bisnis di tengah jalan.

Cermat pada Setiap Angka

Jika Anda memutuskan terjun pada usaha retail, Anda tidak boleh alergi pada angka-angka, mengingat inilah sumber kekuatan Anda. Perhatikan dengan cermat dan jangan bosan menganalisa setiap angka/statistik yang tengah berlangsung pada lapak Anda.

Misal : Jumlah konsumen/hari, Rata-rata belanja/orang, Besarnya Margin setiap barang, Berapa persen konsumen wanita dan pria, Berapa Mobil/motor konsumen yang parkir setiap hari di halaman parkir, Berapakah rata-rata jumlah konsumen Anda setiap jam dan interval jam berapa yang selalu ramai, Berapa banyak barang yang laris dan berapa banyak yang kurang laku.

4. Develop (Selalu Berfikir untuk Berkembang)

Usaha Retail merupakan bisnis yang dibatasi oleh ruang, yang tentu saja ada batas maksimal kemampuan menjualnya, sehingga usaha retail yang dapat berkembang dengan baik adalah yang mampu untuk mengembangkan jumlah outlet/ lapaknya, maksudnya tidak hanya 1 lapak saja untuk seumur hidup tetapi kita menuntut Omzet selalu naik……. ya mana mungkin…?

Kadangkala pengembangan usaha retail dilakukan pula dengan memperbesar ukuran outlet/lapaknya walaupun tetap ada batas berapa luas ukuran maksimal yang ideal.

Dan jika sudah melakukan pengembangan, maka muncul problem baru yaitu sering disebut spend of control yaitu kemampuan Anda mengendalikan jaringan outlet atau membesarnya skala usaha retail Anda.

Nah….sekarang kita kembali kepada tag-line paling atas, kenapa usaha retail apapun jenisnya agar belajar dari Indomaret..? Bahkan Alfamartpun juga “belajar” serius kepada Indomaret.

Begini ceritanya…..(mohon dibaca dengan kerendahan hati)

Indomaret sebagai jaringan minimarket terbesar di Indonesia saat ini, ternyata juga pernah mengalami kondisi sebagai „Warung Kelontong‟ pada awal usahanya, dan secara otodidak belajar sedikit demi sedikit dengan ketekunan mempelajari hal-hal yang sederhana namun sangatlah kompleks, hingga mencapai prestasi seperti sekarang….

Dengan kata lain seluruh system yang sekarang sudah terbangun dengan baik di Indomaret adalah kumpulan dari banyak hal-hal yang sederhana, namun dengan tekun telah dipikirkan, dicatat, dipelajari, dikemas, dan dikembangkan dengan cara yang “TIDAK SEDERHANA”.

Ibarat manusia, Indomaret tumbuh dengan natural serta genuine karena ketika masih bayi berkesempatan diberi minum „ASI‟ (Air Susu Ibu) dan tidak langsung diberi susu formula, lalu belajar jalan dan merasakan jatuh bangun, sehingga ketika besar Immunitas tubuhnya muncul sangat kuat, kokoh, tangguh, dan tidak mudah terserang penyakit…
Hal ini bisa tampak sekarang ini ditengah-tengah pesaing baru yang banyak bermunculan baik lokal maupun Multinasional (Impor), Indomaret tetap Exist dengan kokoh ditengah-tengah masyarakat, bukan makin mengecil namun makin membesar…
Pesan yang ingin saya sampaikan sampai tahap ini adalah “jangan sepelekan hal-hal sederhana dalam usaha Anda”..OK?

By Widi Nugraha, Konsultan Minimarket Modern, Pembicara Seminar Bisnis Ritel

 

 
Share this post
  , , , ,


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *