Stok Opname Di Loco Mart

Tepatnya malam jum’at tgl 6/7 oktober 2016 RAMAGO alias Rak Minimarket Group mendampingi loco mart melakukan acara rutin bulanan yaitu stok opname. Seperti biasa acara stok opname di loco mart dilakukan setelah tutup toko, sekitar jam 10 malam para karyawan mulai melakukan penghitungan barang yang ada di rak display dan gudang. Untuk mempercepat proses stok opname pihak loco selalu mendatangkan bala bantuan karyawan dari bakpia kencana.

Dengan software minimarket yang di rancang RAMAGO proses stok opname semakin lebih mudah, di mana stok on hand di posting terlebih dahulu dalam sebuah table dan kemudian semua stok di kosongkan/nol. Kemudian stok opname yang dihasilkan dibandingkan dengan stok on hand untuk di analisa. Berikut adalah fitur-fitur analisa yang ada pada software toko kasir kami :

  • stok on hand = hasil stok opname.
  • stok on hand < hasil stok opname.
  • stok on hand > hasil stok opname.
  • analisa stok barang yang tertukar dengan barang yang lain yang disebabkan karena salah dalam penginputan yang dilakukan admin maupun penjualan yang di lakukan kasir.

 

 img20161006221552img20161006232710img20161006221625img20161007002914

Share This:

 

Membongkar Dapur Ritel Modern

img_20161022_125503 Tepatnya pada tanggal 22 oktober 2016 saya mengikuti kelas seminar Membongkar Dapur Ritel Modern. Sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan karena banyak ilmu yang saya peroleh dari nara sumber yakni bapak widi nugraha di mana beliau adalah salah satu orang yang ada di ring satu dan berperan akan munculnya minimarket yang sangat terkenal yaitu INDOMARET.

Beliau banyak menceritakan bagaimana INDOMARET yang bermula dari sebuah minimarket kecil bermimpi menjadi sebuah minimarket besar, bukan menjadi supermarket tetapi memilih dengan cara memperbanyak jaringan. Menurut pak widi untuk menjadi besar itu harus bisa memperhatikan hal-hal yang kecil, sebagai contoh yang dilakukan indomaret adalah :

  1. Mengapa INDOMARET pintunya ada di sebelah kanan ? karena orang-orang asia tenggara khususnya lebih suka menengok dan berbelok ke kiri ketika memasuki sebuah ruangan.
  2. Mengapa tinggi rak minimarket yang di tengah standardnya 120 cm ? karena tinggi rata-rata orang asia tenggara terutama wanita hanya berkisar 155-160, sehingga produk yang di display paling atas sekalipun juga bisa  mudah terjangkau oleh mereka.

Sebenarnya mau saya ceritakseminar-ritel2an di blog ini tapi kok banyak sekali ya rempong nulisnya he he, mending ikut seminar saja selain bisa bertemu beliau juga bisa menambah teman sesama peritel.Tidak sedikit dari para perserta seminar yang merasa durasinya kurang panjang, coba 1 hari penuh ya kata sebagian peserta. Maklum karena sebagian perserta yang hadir adalah pemilik toko/minimarket yang benar-benar ingin tahu banyak bagaimana mengelola tokonya seperti indomaret supaya bisa tajir dari ritel.  Oh iya ada kelas workshop lanjutan, katanya beliau akan mengupas tuntas  tips dan trik jitu yang bisa menaikan omset penjualan toko minimarket anda semua. Sepertinya mantap ya.

Share This:

 

Lapak Lokasi usaha

Lapak atau Lokasi usaha merupakan hal yang paling penting dalam usaha retail, bahkan di kalangan bisnis retail seringkali mengatakan bahwa yang terpenting pertama adalah lokasi, kedua lokasi, dan ketiga juga lokasi. Sehingga, walaupun faktor lapak/lokasi ini memang sangat vital seolah-olah faktor yang lain tidaklah menentukan…. Jelas ini pendapat yang keliru.!! Mengingat retail bisnis adalah detail bisnis, tentu dalam segala aspek harus didetailkan sampai kepada komponen yang terkecil termasuk dalam hal menentuan lapak/lokasi ini.
Seringkali kita mendengar dan tentu hampir semua pengusaha retail selalu mencari dan menggunakan kata „Lokasi Strategis‟. Nah.. disinilah letak keunikan masing-masing usaha retail atas lokasi „strategis‟ yang dipilihnya. Terkadang kita melihat ada usaha retail misal warung makan yang sangat ramai dan penuh pengunjung walaupun secara letak sepertinya bukan lokasi yang strategis, dan dilain tempat ada warung makan serupa yang lokasinya kita pandang strategis malah tampak sepi, jangankan pembeli bahkan „lalat‟pun tidak mau mampir.

lapakusaha
Hal ini juga berlaku untuk pengusaha retail jenis lain misalnya pedagang „klithikan‟ (barang bekas pakai seperti asesories dan spareparts mobil/motor, dll) yang Lapaknya banyak memenuhi trotoar, biasanya mereka sulit untuk dipindah pada lokasi semestinya dengan alasan lokasi lamanya tersebut sangat strategis dan sulit menemukan tempat pengganti yang ideal. Sehingga sering terdengar ada penggusuran oleh Satpol PP yang berujung bentrok. Di satu sisi para pedagang tersebut bertahan di lokasi strategis walaupun hal itu melanggar peraturan daerah, dan di sisi lain Pemerintah Daerah berkepentingan menata wilayahnya agar rapi dan ramah lingkungan dengan pertimbangan beberapa aspek. Hal-hal seperti inilah yang makin membuat kita menjadi bingung, lokasi seperti apa yang seharusnya dipilih…?
Bagi pengusaha memilih lokasi memang harus cermat agar tidak salah dalam berinvestasi pada usaha retailnya tersebut, namun jika itu adalah kebijakan Pemerintah Daerah misalnya untuk melokalisir pedagang Kaki Lima (K-5), seharusnya disertai dengan usaha menciptakan keramaian pada areal yang baru mengingat keramaian pengunjung bisa diciptakan oleh Pemerintah Daerah pada areal baru tersebut.
Untuk membantu Anda dalam menentukan Lokasi usaha sebaiknya memperhatikan beberapa aspek yang bertujuan mengundang pengunjung datang ke Lapak/lokasi Anda.
Jadi….apa sebenarnya lokasi strategis itu….?
Dan bagaimana melakukan Eksposure/mengeksposenya..??

Lanjut di sini

Share This:

 

Usaha Retail Apapun Belajarlah dari Indomaret

kasirindomaretMemiliki usaha retail yang setiap hari ramai pengunjung, nilai pembelian konsumennya tinggi, parkiran selalu penuh, dengan omzet penjualan besar tentu saja menjadi idaman semua orang yang bergerak di bidang retail / usaha eceran.

Bukankah itu juga yang menjadi idaman Anda…?

Yah…memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan untuk membuat lapak (toko/warung/counter) kita seperti kondisi ideal di atas…. belum lagi, setelah ramai pengunjung dan beromzet tinggi, akan muncul tuntutan berikutnya yaitu “Untung atau Rugi” lapak kita tersebut…. dan selanjutnya “Bisa bertahan lama atau hanya Temporary/Sesaat saja…?”

Jadi wajar jika banyak orang dan mungkin termasuk Anda yang bergerak dalam usaha retail, seringkali bergonta-ganti jenis usaha/dagangan, bahkan tidak jarang pula harus sering berpindah-pindah tempat usaha / lapaknya…. padahal Anda merasa sudah mengerahkan segala daya upaya, ide/gagasan yang brillian, bahkan mempertaruhkan segalanya untuk usaha Anda tersebut… Namun, ternyata usaha yang Anda tekuni tersebut belum bisa seperti cerita sukses para pendahulu atau pengusaha sukses yang lain dan selalu jatuh bangun, bergonta- ganti sambil bertanya “Saya ini Pengusaha Apa?”..BINGUNG.!!

Lantas…… biasanya kita hanya bisa merenungi sambil bertanya dalam hati “Apakah ada yang salah dengan usaha saya.???” Atau bahkan tidak jarang ada yang berasumsi diluar nalar, misal “Wah…saya kalah bersaing karena pesaing saya rajin berziarah ke gunung Kawi” atau kadang terbersit “Penglaris apa ya yang manjur dan murah..??” dan lain sebagainya.

Nah.. mulai sekarang, singkirkan semua pikiran yang diluar nalar tersebut, karena apa yang akan saya bagikan kepada Anda ini merupakan sesuatu yang penuh Nalar, Logis, Bisa dipelajari, dan tentu saja Terukur…. Namun ingat, tidak ada sesuatu yang bisa diraih tanpa kerja keras dan ketekunan dalam setiap bisnis retail/eceran… Bagaimanakah itu???

Retail Bisnis adalah Detail Bisnis

Mengingat usaha retail senantiasa berhubungan langsung dengan konsumen akhir, maka harus secara terperinci mengupas detail setiap proses membeli dan menjual, apa saja yang mempengaruhi proses orang membeli di lapak Anda dan bagaimana seharusnya Anda menjual barang yang Anda tawarkan.

Banyak sekali pengusaha retail tidak mengenal betul seperti apa karakter dan perilaku konsumennya dalam membeli. Jadi berusahalah mengenal konsumen Anda..!!

Contoh : Matahari Dept.Store selalu menggelar diskon, karena karakter konsumennya yang senang atas tawaran fashion modis namun yang “Lebih Murah/Lebih Hemat”.

Fokus pada Tujuan Awal

Siapakah atau segmen konsumen seperti apakah yang Anda jadikan target hendaknya dipikirkan masak-masak sejak awal, dan jangan mudah berubah hanya karena kelatahan semata akibat pengaruh para pesaing. Tetaplah fokus pada tujuan awal, dan tekun selalu memperhatikan hal-hal sederhana yang diperlukan oleh para konsumen Anda….

Misal : jika dari awal Anda fokus untuk menjual produk keperluan bayi dan anak, maka jangan berubah atau berganti-ganti segmen atau ganti bisnis di tengah jalan.

Cermat pada Setiap Angka

Jika Anda memutuskan terjun pada usaha retail, Anda tidak boleh alergi pada angka-angka, mengingat inilah sumber kekuatan Anda. Perhatikan dengan cermat dan jangan bosan menganalisa setiap angka/statistik yang tengah berlangsung pada lapak Anda.

Misal : Jumlah konsumen/hari, Rata-rata belanja/orang, Besarnya Margin setiap barang, Berapa persen konsumen wanita dan pria, Berapa Mobil/motor konsumen yang parkir setiap hari di halaman parkir, Berapakah rata-rata jumlah konsumen Anda setiap jam dan interval jam berapa yang selalu ramai, Berapa banyak barang yang laris dan berapa banyak yang kurang laku.

4. Develop (Selalu Berfikir untuk Berkembang)

Usaha Retail merupakan bisnis yang dibatasi oleh ruang, yang tentu saja ada batas maksimal kemampuan menjualnya, sehingga usaha retail yang dapat berkembang dengan baik adalah yang mampu untuk mengembangkan jumlah outlet/ lapaknya, maksudnya tidak hanya 1 lapak saja untuk seumur hidup tetapi kita menuntut Omzet selalu naik……. ya mana mungkin…?

Kadangkala pengembangan usaha retail dilakukan pula dengan memperbesar ukuran outlet/lapaknya walaupun tetap ada batas berapa luas ukuran maksimal yang ideal.

Dan jika sudah melakukan pengembangan, maka muncul problem baru yaitu sering disebut spend of control yaitu kemampuan Anda mengendalikan jaringan outlet atau membesarnya skala usaha retail Anda.

Nah….sekarang kita kembali kepada tag-line paling atas, kenapa usaha retail apapun jenisnya agar belajar dari Indomaret..? Bahkan Alfamartpun juga “belajar” serius kepada Indomaret.

Begini ceritanya…..(mohon dibaca dengan kerendahan hati)

Indomaret sebagai jaringan minimarket terbesar di Indonesia saat ini, ternyata juga pernah mengalami kondisi sebagai „Warung Kelontong‟ pada awal usahanya, dan secara otodidak belajar sedikit demi sedikit dengan ketekunan mempelajari hal-hal yang sederhana namun sangatlah kompleks, hingga mencapai prestasi seperti sekarang….

Dengan kata lain seluruh system yang sekarang sudah terbangun dengan baik di Indomaret adalah kumpulan dari banyak hal-hal yang sederhana, namun dengan tekun telah dipikirkan, dicatat, dipelajari, dikemas, dan dikembangkan dengan cara yang “TIDAK SEDERHANA”.

Ibarat manusia, Indomaret tumbuh dengan natural serta genuine karena ketika masih bayi berkesempatan diberi minum „ASI‟ (Air Susu Ibu) dan tidak langsung diberi susu formula, lalu belajar jalan dan merasakan jatuh bangun, sehingga ketika besar Immunitas tubuhnya muncul sangat kuat, kokoh, tangguh, dan tidak mudah terserang penyakit…
Hal ini bisa tampak sekarang ini ditengah-tengah pesaing baru yang banyak bermunculan baik lokal maupun Multinasional (Impor), Indomaret tetap Exist dengan kokoh ditengah-tengah masyarakat, bukan makin mengecil namun makin membesar…
Pesan yang ingin saya sampaikan sampai tahap ini adalah “jangan sepelekan hal-hal sederhana dalam usaha Anda”..OK?

By Widi Nugraha, Konsultan Minimarket Modern, Pembicara Seminar Bisnis Ritel

 

Share This:

 

Memilih Konsultan Minimarket Yang Tepat

Obral Obrol Ritel dengan Pak Miko Mantan Manager Giant

Obral Obrol Ritel dengan Pak Miko Mantan Manager Giant

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari seorang pemilik minimarket dari kota medan, sebut saja Mr T. Singkat cerita Mr T sudah mendirikan minimarket dan menggunakan jasa konsultan minimarket. Namun team konsultan tidak mampu bekerja sesuai yang diharapkan oleh Mr T. Menurut penuturan Mr T bahwa atas dasar penampilan websitenya sangat bagus dan menarik ia akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan tersebut.

Setelah Mr T selesai bercerita bla bla akhirnya giliran saya menanggapi apa yang di kemukakan tadi. Saya mengatakan bahwa dunia digital marketing itu bisa memanipulasi sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa. Maka dari itu harus berhati-hati dalam memilih sesuatu dengan berbagai cara supaya tidak kecewa. Misalnya dengan cara :

  1. Melakukan perbandingan antara team konsultan yang satu dengan yang lainnya.
  2. Memastikan bahwa salah satu team konsultan pernah terlibat langsung dalam dunia ritel, misal sudah pernah bekerja di toko minimarket atau swalayan dan menduduki posisi yang menentukan.

Dengan cara-cara tersebut kemungkinan anda mendapatkan konsultan minimarket yang diharapkan akan lebih besar kemungkinannya.

Sekian semoga bermanfaat.

 

Share This:

 

Obrolan Santai Dengan Konsultan Minimarket & Swalayan

IMG20160624164806Selama hampir 1 bulan rak minimarket group ikut dalam team besar guna melahirkan sebuah minimarket dengan konsep baru di galeria mall yogyakarta, belanja sambil liburan yang menghibur.  Gambar sebelah kanan adalah meeting kecil dengan karyawan serta pemilik sebelum grand opening loco convience store pada tanggal 24  juni 2016.

diskusiGambar sebelah kiri saat saya sedang obral–obrol santai dengan team konsultan loco. Diskusi dengan  konsultan minimarket swalayan mas Miko dan mas Roso memang sangat menarik, mengingat keduanya adalah orang yang sudah lama dalam dunia ritel. Mas miko adalah mantan manager giant dan mas roso pernah menjadi pengelola toko minimarket yang berjejaring di wilayah bogor.  Ada banyak ilmu yang saya serap dari keduanya dan bisa saya aplikasikan di dalam software minimarket, salah satunya bagaimana menerima barang dari supplier dan mengelola (purchase order). mantap tunggu project selanjutnya dech ….

Share This: