Membongkar Dapur Ritel Modern

img_20161022_125503 Tepatnya pada tanggal 22 oktober 2016 saya mengikuti kelas seminar Membongkar Dapur Ritel Modern. Sungguh sesuatu yang sangat menyenangkan karena banyak ilmu yang saya peroleh dari nara sumber yakni bapak widi nugraha di mana beliau adalah salah satu orang yang ada di ring satu dan berperan akan munculnya minimarket yang sangat terkenal yaitu INDOMARET.

Beliau banyak menceritakan bagaimana INDOMARET yang bermula dari sebuah minimarket kecil bermimpi menjadi sebuah minimarket besar, bukan menjadi supermarket tetapi memilih dengan cara memperbanyak jaringan. Menurut pak widi untuk menjadi besar itu harus bisa memperhatikan hal-hal yang kecil, sebagai contoh yang dilakukan indomaret adalah :

  1. Mengapa INDOMARET pintunya ada di sebelah kanan ? karena orang-orang asia tenggara khususnya lebih suka menengok dan berbelok ke kiri ketika memasuki sebuah ruangan.
  2. Mengapa tinggi rak minimarket yang di tengah standardnya 120 cm ? karena tinggi rata-rata orang asia tenggara terutama wanita hanya berkisar 155-160, sehingga produk yang di display paling atas sekalipun juga bisa  mudah terjangkau oleh mereka.

Sebenarnya mau saya ceritakseminar-ritel2an di blog ini tapi kok banyak sekali ya rempong nulisnya he he, mending ikut seminar saja selain bisa bertemu beliau juga bisa menambah teman sesama peritel.Tidak sedikit dari para perserta seminar yang merasa durasinya kurang panjang, coba 1 hari penuh ya kata sebagian peserta. Maklum karena sebagian perserta yang hadir adalah pemilik toko/minimarket yang benar-benar ingin tahu banyak bagaimana mengelola tokonya seperti indomaret supaya bisa tajir dari ritel.  Oh iya ada kelas workshop lanjutan, katanya beliau akan mengupas tuntas  tips dan trik jitu yang bisa menaikan omset penjualan toko minimarket anda semua. Sepertinya mantap ya.

Share This:

 

Apa Itu Bisnis Retail

Apa Itu Bisnis Retail?
Inilah berita baik bagi setiap pengusaha retail, yaitu „Barang siapa yang memiliki/mengendalikan konsumen Akhir/Pemakai barang dagangan, apapun jenis usaha yang dimilikinya, dialah yang Empunya/Pemilik Pasar‟.
Sehingga bentuk usaha sebesar apapun yang tidak secara langsung berhubungan dengan Konsumen Akhir/Pemakai pasti membutuhkan „Jasa‟ Anda. Apakah dia Industri Rumah Tangga, Pabrikan Lokal, PMA, maupun Produk Impor dari Manca Negara, akan mencari Anda sebagai Pemilik Pasar.

sipBerbahagialah kita dipertemukan dalam konsep, pemikiran dan pengalaman yang sama…!!!
Banyak sekali teori bahkan buku bacaan berbicara tentang arti dari bisnis retail. Namun bagi saya bisnis Retail adalah “Usaha yang menjual Barang Dagangan secara Kontan/Tunai kepada Konsumen Akhir/Pemakai dengan cara Memajang/Mendisplay dagangannya pada suatu Tempat Tertentu”
Dari makna yang merupakan kesimpulan saya pribadi diatas, jelas sekali bahwa disitu melibatkan Barang Dagangan, Metode Pemasaran, Konsumen Akhir, Teknik Pemajangan/Display, dan Tempat Usaha… sehingga jika ingin tumbuh dengan bagus, point-point tersebut harus dikemas dengan baik pula..
Itulah yang akan saya sampaikan kepada Anda dalam „Membongkar Dapur Ritel Modern‟ yang meliputi 5 point Utama (saya urutkan sesuai kronologis dagang Anda) :

1. Lapak / Lokasi Usaha
2. Barang Dagangan
3. Standart Penampilan & Teknik Penyajian
4. Pelayanan Konsumen
5. Metode Pemasaran

Ibarat seorang gadis yang berharap dihampiri oleh para pria idaman, usaha retail harus bersolek yang cantik baik tampak luar maupun dari dalam, sehingga akan banyak yang terpikat.!
Bukalah hati dan pikiran Anda, serta kosongkan semua pemahaman pribadi Anda tentang Retail agar setelahnya semua „Rahasia Dapur‟ ini bisa Anda bongkar dengan utuh dan baik, serta bisa Anda letakkan di tempat yang tepat di dalam hati, jiwa, dan pikiran Anda… sehingga akan mempengaruhi setiap langkah yang akan Anda putuskan didalam membangun serta mengembangkan usaha retail Anda menuju pada jalan „KESUKSESAN‟.

Share This:

 

Usaha Retail Apapun Belajarlah dari Indomaret

kasirindomaretMemiliki usaha retail yang setiap hari ramai pengunjung, nilai pembelian konsumennya tinggi, parkiran selalu penuh, dengan omzet penjualan besar tentu saja menjadi idaman semua orang yang bergerak di bidang retail / usaha eceran.

Bukankah itu juga yang menjadi idaman Anda…?

Yah…memang tidaklah semudah membalikkan telapak tangan untuk membuat lapak (toko/warung/counter) kita seperti kondisi ideal di atas…. belum lagi, setelah ramai pengunjung dan beromzet tinggi, akan muncul tuntutan berikutnya yaitu “Untung atau Rugi” lapak kita tersebut…. dan selanjutnya “Bisa bertahan lama atau hanya Temporary/Sesaat saja…?”

Jadi wajar jika banyak orang dan mungkin termasuk Anda yang bergerak dalam usaha retail, seringkali bergonta-ganti jenis usaha/dagangan, bahkan tidak jarang pula harus sering berpindah-pindah tempat usaha / lapaknya…. padahal Anda merasa sudah mengerahkan segala daya upaya, ide/gagasan yang brillian, bahkan mempertaruhkan segalanya untuk usaha Anda tersebut… Namun, ternyata usaha yang Anda tekuni tersebut belum bisa seperti cerita sukses para pendahulu atau pengusaha sukses yang lain dan selalu jatuh bangun, bergonta- ganti sambil bertanya “Saya ini Pengusaha Apa?”..BINGUNG.!!

Lantas…… biasanya kita hanya bisa merenungi sambil bertanya dalam hati “Apakah ada yang salah dengan usaha saya.???” Atau bahkan tidak jarang ada yang berasumsi diluar nalar, misal “Wah…saya kalah bersaing karena pesaing saya rajin berziarah ke gunung Kawi” atau kadang terbersit “Penglaris apa ya yang manjur dan murah..??” dan lain sebagainya.

Nah.. mulai sekarang, singkirkan semua pikiran yang diluar nalar tersebut, karena apa yang akan saya bagikan kepada Anda ini merupakan sesuatu yang penuh Nalar, Logis, Bisa dipelajari, dan tentu saja Terukur…. Namun ingat, tidak ada sesuatu yang bisa diraih tanpa kerja keras dan ketekunan dalam setiap bisnis retail/eceran… Bagaimanakah itu???

Retail Bisnis adalah Detail Bisnis

Mengingat usaha retail senantiasa berhubungan langsung dengan konsumen akhir, maka harus secara terperinci mengupas detail setiap proses membeli dan menjual, apa saja yang mempengaruhi proses orang membeli di lapak Anda dan bagaimana seharusnya Anda menjual barang yang Anda tawarkan.

Banyak sekali pengusaha retail tidak mengenal betul seperti apa karakter dan perilaku konsumennya dalam membeli. Jadi berusahalah mengenal konsumen Anda..!!

Contoh : Matahari Dept.Store selalu menggelar diskon, karena karakter konsumennya yang senang atas tawaran fashion modis namun yang “Lebih Murah/Lebih Hemat”.

Fokus pada Tujuan Awal

Siapakah atau segmen konsumen seperti apakah yang Anda jadikan target hendaknya dipikirkan masak-masak sejak awal, dan jangan mudah berubah hanya karena kelatahan semata akibat pengaruh para pesaing. Tetaplah fokus pada tujuan awal, dan tekun selalu memperhatikan hal-hal sederhana yang diperlukan oleh para konsumen Anda….

Misal : jika dari awal Anda fokus untuk menjual produk keperluan bayi dan anak, maka jangan berubah atau berganti-ganti segmen atau ganti bisnis di tengah jalan.

Cermat pada Setiap Angka

Jika Anda memutuskan terjun pada usaha retail, Anda tidak boleh alergi pada angka-angka, mengingat inilah sumber kekuatan Anda. Perhatikan dengan cermat dan jangan bosan menganalisa setiap angka/statistik yang tengah berlangsung pada lapak Anda.

Misal : Jumlah konsumen/hari, Rata-rata belanja/orang, Besarnya Margin setiap barang, Berapa persen konsumen wanita dan pria, Berapa Mobil/motor konsumen yang parkir setiap hari di halaman parkir, Berapakah rata-rata jumlah konsumen Anda setiap jam dan interval jam berapa yang selalu ramai, Berapa banyak barang yang laris dan berapa banyak yang kurang laku.

4. Develop (Selalu Berfikir untuk Berkembang)

Usaha Retail merupakan bisnis yang dibatasi oleh ruang, yang tentu saja ada batas maksimal kemampuan menjualnya, sehingga usaha retail yang dapat berkembang dengan baik adalah yang mampu untuk mengembangkan jumlah outlet/ lapaknya, maksudnya tidak hanya 1 lapak saja untuk seumur hidup tetapi kita menuntut Omzet selalu naik……. ya mana mungkin…?

Kadangkala pengembangan usaha retail dilakukan pula dengan memperbesar ukuran outlet/lapaknya walaupun tetap ada batas berapa luas ukuran maksimal yang ideal.

Dan jika sudah melakukan pengembangan, maka muncul problem baru yaitu sering disebut spend of control yaitu kemampuan Anda mengendalikan jaringan outlet atau membesarnya skala usaha retail Anda.

Nah….sekarang kita kembali kepada tag-line paling atas, kenapa usaha retail apapun jenisnya agar belajar dari Indomaret..? Bahkan Alfamartpun juga “belajar” serius kepada Indomaret.

Begini ceritanya…..(mohon dibaca dengan kerendahan hati)

Indomaret sebagai jaringan minimarket terbesar di Indonesia saat ini, ternyata juga pernah mengalami kondisi sebagai „Warung Kelontong‟ pada awal usahanya, dan secara otodidak belajar sedikit demi sedikit dengan ketekunan mempelajari hal-hal yang sederhana namun sangatlah kompleks, hingga mencapai prestasi seperti sekarang….

Dengan kata lain seluruh system yang sekarang sudah terbangun dengan baik di Indomaret adalah kumpulan dari banyak hal-hal yang sederhana, namun dengan tekun telah dipikirkan, dicatat, dipelajari, dikemas, dan dikembangkan dengan cara yang “TIDAK SEDERHANA”.

Ibarat manusia, Indomaret tumbuh dengan natural serta genuine karena ketika masih bayi berkesempatan diberi minum „ASI‟ (Air Susu Ibu) dan tidak langsung diberi susu formula, lalu belajar jalan dan merasakan jatuh bangun, sehingga ketika besar Immunitas tubuhnya muncul sangat kuat, kokoh, tangguh, dan tidak mudah terserang penyakit…
Hal ini bisa tampak sekarang ini ditengah-tengah pesaing baru yang banyak bermunculan baik lokal maupun Multinasional (Impor), Indomaret tetap Exist dengan kokoh ditengah-tengah masyarakat, bukan makin mengecil namun makin membesar…
Pesan yang ingin saya sampaikan sampai tahap ini adalah “jangan sepelekan hal-hal sederhana dalam usaha Anda”..OK?

By Widi Nugraha, Konsultan Minimarket Modern, Pembicara Seminar Bisnis Ritel

 

Share This:

 

Memilih Konsultan Minimarket Yang Tepat

Obral Obrol Ritel dengan Pak Miko Mantan Manager Giant

Obral Obrol Ritel dengan Pak Miko Mantan Manager Giant

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telpon dari seorang pemilik minimarket dari kota medan, sebut saja Mr T. Singkat cerita Mr T sudah mendirikan minimarket dan menggunakan jasa konsultan minimarket. Namun team konsultan tidak mampu bekerja sesuai yang diharapkan oleh Mr T. Menurut penuturan Mr T bahwa atas dasar penampilan websitenya sangat bagus dan menarik ia akhirnya memutuskan untuk menggunakan jasa konsultan tersebut.

Setelah Mr T selesai bercerita bla bla akhirnya giliran saya menanggapi apa yang di kemukakan tadi. Saya mengatakan bahwa dunia digital marketing itu bisa memanipulasi sesuatu yang biasa saja menjadi luar biasa. Maka dari itu harus berhati-hati dalam memilih sesuatu dengan berbagai cara supaya tidak kecewa. Misalnya dengan cara :

  1. Melakukan perbandingan antara team konsultan yang satu dengan yang lainnya.
  2. Memastikan bahwa salah satu team konsultan pernah terlibat langsung dalam dunia ritel, misal sudah pernah bekerja di toko minimarket atau swalayan dan menduduki posisi yang menentukan.

Dengan cara-cara tersebut kemungkinan anda mendapatkan konsultan minimarket yang diharapkan akan lebih besar kemungkinannya.

Sekian semoga bermanfaat.

 

Share This: